Ditertibkan Karena Semrawut, PKL Ingin Kembali Berjualan

Ditertibkan Karena Semrawut, PKL Ingin Kembali Berjualan

Tya Eka Yulianti - detikNews
Kamis, 11 Mar 2010 16:26 WIB
Ditertibkan Karena Semrawut, PKL Ingin Kembali Berjualan
Bandung - Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Bandung datangi DPRD Kota Bandung untuk meminta dukungan dan rekomendasi agar memperbolehkan PKL untuk bisa berdagang di Jalan Tanjakan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, tanpa adanya intervensi dari pihak kecamatan.

"Sejak November 2009 lalu, PKL yang berjualan di tempat tersebut dilarang oleh pengembang perumahan Mekar Wangi dan Singgasana Pradana dan pihak kecamatan," jelas Ketua GMBI Distrik Bandung Suryono dalam rilis aksi GMBI, di Gedung DPRD, Kamis (11/3/2010).

Menanggapi itu, Camat Bojongloa Kidul Andri Darusman menuturkan, sebelumnya sepanjang 700 meter di Jalan Tanjakan Cibaduyut setiap hari minggu mulai pukul 05.00 WIB hingga 11.00 WIB dipergunakan PKL. Namun karena tidak ada yang mengelola, kondisi PKL di tempat itu pun menjadi semrawut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengelolaan parkir, sampah dan lainnya tidak jelas. Tidak ada yang tanggung jawab," papar Andri saat ditemui usai audiensi di Gedung DPRD Kota Bandung.

Warga di sekitar lokasi kemudian meminta kecamatan menertibkan PKL tersebut karena dinilai mengganggu. Ada sekitar 400 PKL yang biasa berjualan di lolasi tersebut. Kegiatan berjualan pun terhenti pada November 2009. Namun kini, warga sekitar lokasi mengajukan agar bisa berjualan kembali.

"Besok, kita akan lakukan pertemuan untuk membahas siapa saja yang boleh berjualan di situ. Karena selama ini dari 400 PKL itu, kebanyakan dari luar warga. Mungkin hanya 100 pedagang saja yang boleh dan diprioritaskan warga sekitar," terangnya.

Terkait dengan keinginan LSM-GMBI yang ingin ikut serta berjualan, Andri menyerahkan keputusannya kepada warga. "Kita lihat saja hasil pertemuan besok, kita akan data dulu siapa saja yang mau dan mau berdagang di situ," tambahnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Aat Safaat yang ikut menerima LSM-GMBI mengatakan akan memastikan lebih dulu, siapa yang sebenarnya memiliki keinginan untuk kembali berjualan di lokasi tersebut.

"Kami mau memastikan dulu, siapa yang mengusul ini. Jangan malah orang luar yang malah ingin ikut jualan saja di sana. Pastikan dulu, pedagang yang mana ini," tegasnya.

(tya/bbp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads