"Iya, sengaja datang, pengen nonton ST 12," ujar Eulis yang mengaku mengetahui gelaran Kampung GaSS dari radio ini.
Eulis mengaku datang sejak pukul 13.00 WIB. Padahal ST 12 dijadwalkan manggung malam hari. Tapi menurut Eulis dirinya akan menunggu sampai ST 12 tampil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka seperti tak peduli dengan panasnya Lapangan di Gasibu di siang hari. Ditambah dengan kerumunan orang yang jumlahnya mungkin mencapai ribuan. Dari mulai keluarga, remaja, anak-anak hingga dewasa.
Bahkan ada yang jauh-jauh dari Cirebon sengaja datang untuk melihat penampilan band pujaan mereka PAS Band. Seperti Ganjar (18) misalnya, dengan mengenakan baju bertuliskan Pas Band, dia datang bersama kawan-kawannya.
"Saya datang dari Cirebon untuk nonton PAS Band," tuturnya dengan nafas tersengal di tengah crowd Paser yang tengah ber-pogo saat PAS Band tampil.
Memang, siapa yang tidak tertarik untuk melihat 200 artis tampil dalam satu hari selama 15 jam non stop. Para artis datang dari berbagai genre musik, rock n roll, dangdut, pop, tradisional, hingga pemian sinetron.
Sebuah kesempatan yang langka, bisa melihat GIGI, The Titans, Melly Goeslaw, Iis Dahlia, Rocket Rockers, Laluna, She, ST 12, PAS Band, Darso dan artis-artis lainnya dalam satu panggung. Mereka tampil dalam dua panggung besar yang saling berdampingan. Dengan durasi tampil antara 5-10 menit, penonton terus disiram hiburan. Dari rock berganti ke Sunda lalu beralih ke yang mellow dan kemudian seterusnya.
Siang hari lebih ramai dengan penampilan grup band beraliran keras sepeti Burger Kill, Speaker First, Rocket Rockers disusul sore hari dengan penampilan dari PAS Band meski terselip pula di antaranya band-band manis eperti She atau Laluna. Sedangkan di malam hari, artis-artis penyanyi solo seperti Melly Goeslaw, Iis Dahlia, Camelia Malik, lalu band The Changcuters, GIGI, STa 12 dan lain-lain.
Meski sempat ada ricuh dan belasan penonton mengalami kelelahan serta beberapa di antaranya pingsan, secara keseluruhan acara berlangsung aman. Ratusan personel kepolisian diterjunkan untuk mengantisipasi kemungkinan ricuh yang berpotensi terjadi terutama untuk musik-musik yang beraliran keras.
Ketika suasana mulai gerah, semprotan air dari mobil Dinas Pemadam Kebakaran menyapu penonton. Saat menjelang istirahat, para penonton dengan tertib membuyarkan diri dan duduk-duduk santai di atas rumput Gasibu.
Sayang, selepas maghrib hujan mengguyur sehingga membuat jumlah penonton jauh berkurang dari sebelumnya. Tanah Gasibu jadi becek dan berlumpur. Tapi kondisi ini tidak menghambat para artis merampungkan hajatan mereka hingga pukul 24.00 WIB.
Kampung GaSS adalah sumbangsih yang nyata dari para artis nasional asal Bandung. Memberikan warna lain untuk ulang tahun Bandung kali ini. Momen yang tepat di usia ke-200 dimanfaatkan oleh mereka sebagai sarana pembuktian kecintaan kepada kota kelahiran. Entah apakah tahun depan mereka masih akan kembali lagi.
(ema/avi)











































