Sekelumit Order Desain yang Bikin Rumit

Perajin Mebel Gelap Nyawang

Sekelumit Order Desain yang Bikin Rumit

Tendi Mahadi - detikNews
Rabu, 10 Mar 2010 09:41 WIB
Sekelumit Order Desain yang Bikin Rumit
Bandung -

Hujan gerimis masih mengguyur Jalan Gelap Nyawang, Kota Bandung, pekan lalu. Aktivitas siang itu kurang menggeliat. Kendati dingin menerpa tubuh, justru tak membuat Peni (42) mengendurkan kinerjanya. Pria ini tampak serius mengecat meja-meja kecil di dalam kiosnya.
Β 
Matanya tak lepas dari meja berukuran 1 meter x 50 sentimter, dengan tinggi 25 sentimeter. Meja itu dibolak-balik agar semua bagian teroles cat secara merata. "Kalo ada yang kelewat kan jelek," tutur Peni.

Peni adalah satu dari sekitar 40 perajin mebel di Jalan Gelap Nyawang. Para perajin mengaku, kalangan mahasiswa merupakan pasar utama. Kebutuhan mahasiswa akan mebel di rumah kos mereka, menarik para pembuat perabot dari kayu ini. Lokasi mereka menawarkan barang jualan itu berdekatan dengan sejumlah kampus seperti ITB dan Unisba.
Β 
Sementara itu, Agus (28) sedang duduk di muka kiosnya yang bersebelahan dengan tempat Peni. Kaus hijau yang dia pakai terlihat serasi dengan pakaian karyawannya yang sedang serius menatap secarik kertas di tangan. Kertas itu berisi desain sebuah lemari pesanan salah seorang mahasiswa.

"Mahasiswa ada yang pesan, buat ngedesain kamarnya," tutur Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus mengatakan, banyak mahasiswa yang meminta bantuannya untuk membuat ragam bentuk furnitur. Konsumen mahasiswa bisa memesan bentuk perabotan berbahan kayu itu sesuai seleranya. Misalnya, diselaraskan dengan suasana kamar.

Namun, permintaan desain para konsumen ini bukan persoalan mudah. Sekelumit order desain terkadang bikin rumit. Tak jarang, Agus dan karyawannya harus berpikir keras untuk membuatnya. "Sering yang pesan itu bentuknya susah," tutur lulusan sebuah SMK jurusan mesin ini.

Bukan hanya mahasiswa yang mendatangi perajin mebel seperti Agus. Beberapa konsumen dari tingkat pengusaha pun memesan furnitur di tempat ini. Mereka biasanya memesan untuk kebutuhan interior kantor.
Β 
"Ada yang memesan meja untuk di ruang lobi," tutur Agus yang mengerjakan order dari sebuah perusahaan swasta di kawasan Dago.

Lokasi yang dekat dengan kawasan pendidikan tinggi dan usaha memang bagus untuk Agus dan teman-temannya. Namun keinginan konsumen yang berkembang untuk memiliki mebel dengan bentuk yang unik membuat perajin ini harus memutar otak dan meningkatkan kemampuan mereka.

"Walau kadang susah, yang penting konsumen puas," tutupnya.

(bbp/bbp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads