Langkah pemagaran alun-alun tersebut dianggap Lia adalah jalan pintas yang diambil Pemkot Bandung yang sudah bingung mengatasi PKL dan Gepeng.
"Jangan memagari dong kalau mau menyelesaikan masalah PKL dan pengemis yang bikin kumuh, itu malah menunjukkan pemkot tak mampu mengatasi masalah itu," ujar Lia saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Aceh, Selasa (9/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lihat saja di hotel-hotel, atau tempat swasta lainnya, ngga ada tuh yang namanya PKL dan gepeng mangkal disitu, karena satpam atau penjaganya selalu nongkrongin tempatnya. Kalau satpol pp kan tidak begitu," jelasan Lia.
Lebih lanjut menurut Lia, penjagaan di lingkungan alun-alun Bandung sebaiknya dilakukan oleh pihak DKM Mesjid Raya Jawa Barat yang menyati dengan alun-alun Bandung.
"Saya sih sudah tidak percaya dengan satpol pp, lebih baik yang menjaga adalah dari DKM. Jadi seperti askar-askar di Mekah," jelasnya.
Selain itu, dengan dipagarinya alun-alun maka secara psikologis akan membuat jarak dengan masyarakat. "Esensi alun-alun adalah untuk menyatukan masyarakat, seharusnya alun-alun itu ya tanpa sekat. Kalau dipagari, psikologis masyarakat khususnya yang miskin akan terganggu. Mereka jadi merasa tidak boleh masuk alun alun kota," pungkasnya
(tya/avi)











































