Udjo Ngalagena mungkin nama yang asing, tapi jika menyebut Saung Angklung Udjo (SAU) hampir seluruh warga Kota Bandung mengetahuinya. Meski telah tiada, sosok Mang Udjo, begitu ia akrab disapa, masih belum tergantikan di mata keluarga dan teman-temannya.
Hal itu terungkap saat acara di SAU dengan teman dan anak almarhum Mang Udjo di SAU, Jalan Padasuka, Senin (8/3/2010).
"Sampai saat ini saya belum menemukan orang yang seperti Mang Udjo," ujar Sistriaji, rekan Udjo yang merupakan dosen di STISI Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sis menuturkan, Udjo adalah gabungan dari aktor, motivator, guru dan pembina yang baik. "Udjo tanpa angklung sudah seperti WS Rendra saja, orang banyak yang suka sama dia karena dia itu gumasep kalau kata orang Sunda. Saya selalu menganggapnya sebagai guru meski dia tak menganggap saya murid," tambahnya.
Lebih lanjut Sis mengatakan, sosok Udjo sebagai motivator dan pembina terbutki dengan perkembangan SAU yang saat ini telah bertahan selama 44 tahun.
Untuk memperingati Milangkala 81 Tahun Udjo Ngalagena ini, SAU menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan menyebarkan pesan-pesan almarhum agar bisa tersampaikan lebih luas.
"Kami ingin menyebarkan nilai-nilai yang disampaikan beliau (Mang Udjo red) sampai pada masyarakat luas. Karena SAU bukan hanya milik keluarga Udjo saja, tapi milik masyarakat Indonesia," paparnya.
Kegiatan yang dilakukan di antaranya bedah buku, pameran foto, seminar pendidikan, dan malam apresiasi yang akan digelar pada Maret 2010 ini. Untuk keterangan lebih lengkap, masyarakat kini juga bisa mengunjungi website SAU di www.angklung-udjo.com. (tya/bbp)











































