Sekitar 25 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bandung, berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Senin (8/3/2010). Sambil membawa beberapa perabot dapur seperti termos, baskom, dan jerigen, demonstran menuntut pemerintah lebih memerhatikan hak kaum perempuan Indonesia.
Mereka bernyanyi dan memainkan musik dengan memukul-mukul sendok makan ke perabot dapur yang dibawa. Aksi ini dilakukan berkaitan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh tepat hari ini.
"Kami meminta mulai dari Hari Perempuan Internasional hari ini, hak kaum perempuan Indonesia dipenuhi," tutur Humas FPR, Amran Halim, saat ditemui wartawan di sela-sela demonstrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buruh perempuan masih ada dalam kungkungan feodal dan tak mampu melawannya," lanjut Amran.
Mereka pun meminta pemerintah menyelesaikan masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kerap tak menemukan jalan penyelesaian yang memuaskan. Mereka menilai pemerintah tidak mampu membela warganya dalam penegakan hukum bagi pelaku kekerasan terhadap TKI di luar negeri.
"Mereka disiksa, tapi pemerintah tak bisa berbuat banyak," keluhnya.
(bbp/bbp)











































