"Di lintasan Garuda ini pengamanannya sudah ekstra. Palang lintasan yang seharus hanya ada satu di masing-masing sisi jalan, ini sudah diberikan 2," ujar Kahumas Daop II PT KA Bambang S Prayitno di lokasi kejadian, Senin (8/3/2010).
Menurut Bambang, pertimbangan dipasangnya 2 palang pengaman karena Jalan Garuda merupakan jalur padat. "Kalau mau dibilang kita yang salah tentu lucu. Dari dasarnya saja, pengguna jalan sudah melanggar karena melewati jalur yang semestinya," jelas Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan yang terjadi pukul 11.34 WIB, melibatkan kereta Baraya Geulis jurusan Cicalengka - Bandung - Padalarang meluncur menuju arah Padalarang.
Awalnya, beberapa saat sebelum kereta Baraya Geulis melintas, di lintasan sebelahnya dari arah berlawanan, melucur kereta Parahyangan dari Jakarta menuju Bandung. Diduga ketiga pengendara motor tidak menyadari kedatangan kereta Baraya Geulis dari arah berlawanan pada waktu yang hampir bersaman. Begitu kereta Parahyangan lewat, korban langsung menerobos melalui celah di sisi kanan pintu lintasan. Ketiganya pun tidak bisa menghindari kereta Baraya Geulis.
Satu korban meninggal di tempat, sementara dua lagi luka-luka. Motor ketiganya pun hancur, dan darah berceceran di lokasi kejadian. (lom/lom)










































