Infrastruktur Buruk, Jabar Selatan Terisolasi

Infrastruktur Buruk, Jabar Selatan Terisolasi

- detikNews
Senin, 08 Mar 2010 09:02 WIB
Infrastruktur Buruk, Jabar Selatan Terisolasi
Bandung - Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Guntoro mengakui kondisi jalan di wilayah Jabar Selatan masih kurang baik. Hal ini menyebabkan banyak wilayah di daerah tersebut masih terisolasi.

Dalam rilis yang diterima detikbandung, Senin (8/3/2010), Guntoro mengatakan, kondisi berbeda dengan kawasan Jawa Barat bagian tengah dan bagian utara. Akses dari satu tempat ke tempat lain cukup mudah. Secara umum, kondisi jaringan jalan di Jawa Barat bagian utara dan tengah relatif baik, terutama untuk sistem horizontal.

"Sedangkan di Jawa Barat Bagian Selatan, baik sistem jaringan lintas vertikal maupun horizontal, keduanya masih belum baik, termasuk koridor Pelabuhan Ratu - Sagaranten - Sindangbarang - Pameungpeuk - Cipatujah - Pangandaran - Kalapagenep. Panjang jalan di wilayah ini relatif pendek dengan indeks aksesibilitas terkecil bila dibandingkan dengan Jawa Barat bagian tengah dan Jawa Barat bagian utara," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, pada tahun 2010 ini sejumlah program terobosan akan dilakukan Bina Marga, di antaranya peningkatan jalan di kawasan selatan Jabar, meliputi; Sindang Barang - Agrabinta - Tegalbuleud (sepanjang 18,00 Km dengan anggaran Rp 54.565.704.000). Ruas jalan Cimari - Cikelet (Sepanjang 3,00 Km dengan anggaran Rp 7.127.556.000) dan ruas Cipatujah - Cikaengan (sepanjang 5,00 Km dengan anggaran Rp 10.177.620.000). Serta, peningkatan Jalan Cukul - Cisewu - Sukarame - Rancabuaya sepanjang 5,00 Km dengan anggaran Rp. 36.162.284.000).

Selain itu, lanjut Guntoro, Bina Marga juga akan melakukan peningkatan Jalan Provinsi Menuju Kawasan Industri Cileungsi - Cibeet (peningkatan jalan sepanjang 2,5 Km dan Rehabilitasi jalan 8,2 Km dengan anggaran Rp 21.290.946.000. Bekasi - Narogong sepanjang 1,5 Km dengan anggaran Rp. 5.605.744.500. Cikarang - Cibarusah sepanjang 6 Km dengan anggaran Rp 25.062.054.000). Jalan terusan Buah Batu (Bandung) - Bojong Soang - Sp. Munjul, peningkatan jalan 1 Km sebesar Rp 6.979.320.000).

Selain itu, untuk ruas Purwakarta - Curug (perbatasan. Karawang) berupa peningkatan jalan 4 Km dengan anggaran Rp 8.822.776.000. Kosambi - Curug (perbatasan Purwakarta) peningkatan jalan 5 Km dengan anggaran Rp 15.157.140.000). Bandung (Dayeuhkolot) - Banjaran, rehabilitasi jalan 2 Km dengan anggaran Rp 2.627.600.000. Jalan Raya Laswi (Ciparay), rehabilitasi jalan 1,5 Km dengan anggaran Rp 2.225.643.000. Nanjung - Patrol, rehabilitasi jalan 1,50 Km dengan anggaran Rp 1.843.228.500.

Pembangunan infrastruktur dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah. Tujuannya agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah serta mendukung tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan.

Pembangunan infrastruktur meliputi infrastruktur transportasi, sumber daya air dan irigasi, energi, telekomunikasi dan sarana dan prasarana pemukiman.

"Semua diarahkan guna memenuhi kebutuhan infrastuktur dalam rangka mendukung peningkatan aktivitas perekonomian, sosial, dan budaya dengan memperhatikan keserasian pembangunan antardaerah dan wilayah serta daya dukung lingkungan," tegas Guntoro.

(ahy/lom)


Berita Terkait