Kericuhan terjadi pada saat massa pendukung Asli Garut Jaya (Asgar Jaya) menghalangi wartawan yang mendekat ke Burhanuddin.
Namun wartawan menilai sikap tersebut sangat berlebihan. Sebelumnya panitia sempat mengumumkan lewat pengeras suara bahwa wartawan akan diperkenankan jumpa pers usai Burhanuddin keluar lapas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung aksi ricuh tidak berlarut-larut. Karena petugas polisi sigap mengamankan seorang anggota Asgar Jaya agar tidak menjadi bulan-bulanan wartawan yang meliput.
Sejumlah wartawan cetak dan elektronik, utamanya wartawan media televisi sempat merasa pada saat akan pengambilan gambar dihalang-halangi oleh massa.
Sementara itu Kepala Lapas Sukamiskin Murdjito menuturkan, pengamanan lapas di halaman lapas pada saat penjemputan diserahkan pada panitia penjemputan. "Seluruhnya sudah diserahkan pada panitia penjemputan," ujarnya ketika ditemui wartawan usai acara.
Panitia penjemput juga sudah menyiapkan sejumlah CCTV untuk membantu proses pengamanan kegiatan ini.
(dip/dip)











































