"Selama saya di dalam saya tidak pernah merasa batuk, saya dalam keadaan waras dan berpengharapan," kata Burhanuddin saat keluar dari penjara Sukamiskin Bandung, Sabtu (6/3/2010).
Baginya, penjara adalah sebuah pesantren dimana ia banyak mendapatkan pengalaman dan juga teman. "Masa depan adalah masa gemilang, saya tutup masa lalu yang merupakan bagian dari sejarah perjalanan hidup saya," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat keluar penjara, Burhuddin disambut keluarga dan dua orang anaknya. Sang istri terlihat berada di sebelahnya. Ketika menjejakan kaki keluar gerbang lapas, Burhanuddin langsung mencium tangan ibundanya yang akrab disapa Ibu Haji.
Sang ibu yang mengenakan kebaya keunguan terlihat tak kuasa membendung haru saat putra tercinta mencium tangannya.
(ahy/dip)











































