"Tidak akan kita tebang dulu, kita akan tunggu sampai mati. Kalau yang masih ada daunnya masih kita jaga dan monitoring. Nanti kelihatan kalau sudah mulai mengering," paparnya sambil menambahkan, pohon angsana yang dalam kondisi baik hanya sekitar 15 persennya saja.
Penggantian pohon angsana dijelaskan Arif telah dilakukan sejak awal tahun 2010 ini. "Jadi kita tanam pohon baru, baru pohon yang kering dan mati kita amankan," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya pohon-pohon angsana itu kita awasi terus, karena takut dahannya patah atau tumbang," tutur Arif. Karena berdasarkan data Distam, kebanyakan pohon yang tumbang akhir-akhir ini diantaranya adalah jenis pohon angsana.
Namun Arif tidak bisa menyebutkan titik-titik keberadaan pohon angsana di Kota Bandung yang perlu diwaspadai. Karena menurutnya pohon angsana setek tersebut keberadaannya tersebar dan bercampur dengan pohon angsana yang berasal dari biji.
"Sulit dideteksi, karena campur. Tapi minimal, waspadai dengan mengenali ciri-cirinya seperti mulai rontok dalam jumlah banyak," tutupnya.
(tya/avi)










































