Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Pertamanan (Distam) Kota Bandung Arif Prasetya saat dihubungi detikbandung, Jumat (5/3/2010). Dituturkan Arif, berdasarkan catatan yang dimiliki Distam, kebanyakan pohon yang tumbang berjenis angsana atau flamboyan.
Untuk itu, demi keamanan, Distam secara bertahap akan mengganti pohon angsana yang ada dengan jenis pohon lain yang lebih kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lebih mudah terserang penyakit, akar juga cenderung tidak terlalu kuat. Untuk itu Distam pun tak akan lagi menggunakan pohon angsana, flamboyan, dan pohon lainnya yang mudah patah dahan.
"Kita tidak lagi menggunakan angsana atau flamboyan, terutama di pinggir jalan karena berbahaya. Kalau pohon angsana dari biji sih bagus," terangnya.
Pohon yang ditanam Distam untuk mengganti jenis tersebut antara lain pohon mahoni, filicium, dan trembesi. Serta beberapa tanaman estetika, seperti bintaro dan tabebuya.
Penggantian pohon tersebut dituturkan arif masuk dalam anggaran program penghijauan yang besarnya sekitar Rp 2 miliar pada tahun ini.
(tya/avi)











































