Setelah melakukan pembongkaran makam Moch Ilham (2), polisi mulai menemukan titik terang. Diduga kuat, bocah balita tersebut dianiaya sebelum meninggal. Pelaku dugaan penganiayaan mengarah ke ayah tirinya yaitu Ade Ahmad (42).
"Dari tim forensik RSHS yang melakukan autopsi di tempat, kesimpulan sementara mengarah adanya penganiayaan," jelas Kapolsek Bandung Kulon AKP Apong Wasrun saat dihubungi melalui telepon, Jumat (5/3/2010).
Namun begitu, kata Apong, pihaknya masih menunggu hasil akhir autopsi dari tim forensik RSHS. Pembongkaran makam Ilham dilakukan pada Rabu (3/3/2010) di Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarsari, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terungkapnya kasus ini setelah ayah kandung Ilham yaitu Iwan Setiawan (29) melihat kejanggalan di tubuh anaknya. Dia menemukan luka lebam di bagian punggung dan perut saat memandikan jenazah Ilham. Selain itu terdapat bekas seperti sulutan rokok di bagian pipi dan dahi. Iwan pun melaporkan temuannya itu ke Polsek Bandung Kulon pada Minggu (28/2/2010) sore.
Keluarga awalnya mengira Ilham meninggal karena sakit. Ilham tinggal di Cibuntu Haur Koneng, RT 2 RW 6, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Balita tersebut meninggal pada Jumat (26/2/2010). Jenazah Ilham dimakamkan di Garut pada Minggu (28/2/2010).
(bbp/lom)










































