Hal ini dituturkan Ketua Tim Penanganan Dede, dr. Rahmat Dinata, kepada wartawan di RSHS, Kamis (4/3/2010).
"Obat yang diberikan hanya salep Asam Salisilat 40 persen. Tujuan diberikan, agar pertumbuhan kulit tanduknya agar tidak terlalu cepat," jelas Rahmat.
Melihat kondisi demikian, tiga obat minum Acitretin, Cidovovir dan Viusid Powder praktis tidak diberikan lagi.
"Ketiganya menimbulkan efek samping pada ginjal Dede. Termasuk yang terakhir Viusid Powder yang merupakan obat herbal dari Spanyol," terang Rahmat.
(dip/bbp)











































