Serba Terbiasa di Baleendah

Banjir di Kabupaten Bandung

Serba Terbiasa di Baleendah

- detikNews
Rabu, 03 Mar 2010 15:42 WIB
Serba Terbiasa di Baleendah
Bandung - Bulan Februari kerap dianggap sebagai bulan kasih sayang dengan hari Valentine-nya. Namun bagi warga Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Februari adalah bulan untuk siap-siap. Bersiap untuk mengungsi karena banjir bandang akan datang seperti biasa.

Itu pula yang dirasakan oleh Nia Aminah (35), warga RT 3 RW 5 yang seolah sudah terbiasa dengan luapan Sungai Citarum yang berkunjung ke rumahnya. Namun ia tak menyangka banjir tahun ini jauh lebih besar dari biasanya.

"Sebenarnya saya udah biasa kebanjiran, tapi yang sekarang gede banget," tutur Nia saat berjumpa detikbandung di sebuah gedung milik salah satu partai politik yang ditempatinya untuk mengungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena telah terbiasa, Nia dan tetangganya tidak menganggap banjir yang akan datang tahun ini sebagai hal yang membahayakan. Makanya, ia tidak pernah memikirkan untuk pindah rumah sebelumnya. Apa lagi yang ia dan warga lain tuntut kepada pemerintah adalah pengerukan sungai, bukan relokasi.

"Warga pengen Citarum dikeruk, sudah dangkal itu teh," ujarnya.

Karena kebiasaan ini pula lah, warga pelanggan banjir ini tetap menempati rumah mereka. Juga terbiasa kena penyakit gatal-gatal, terbiasa anak tak bisa sekolah, hingga terbiasa menjemur perabot rumah yang masih selamat saat banjir surut.

Nia tahu, hal tersebut mengganggunya dan menimbulkan kerugian tiap tahun. Namun ia hanya bisa berkata, "Sudah bisa tiap tahun juga," aku perempuan yang sedang hamil tua ini.

Hal ini diamini oleh Eneng Nurjani (38) yang mengungsi di tempat yang sama dengan Nia. Sama-sama sudah biasa dengan banjir, sama-sama pula enggan pindah. Namun Eneng berucap, bila Sungai Citarum tidak dikeruk, ia ingin dibantu relokasi oleh pemerintah asal tidak terlalu jauh dari rumahnya saat ini.

"Mau direlokasi asal jangan terlalu jauh dari rumah yang sekarang," tutur Eneng sambil menggendong bayi tetangga yang dititipkan kepadanya.

Ternyata keterbiasaan juga dirasakan oleh pihak Kecamatan Baleendah. Usman Sayogi baru menjabat beberapa bulan sebagai Camat Baleendah, namun sebelumnya ia menjadi camat di Bojongsoang yang juga langganan banjir.

"Di sana (Bojongsoang, red) banjir, di sini juga banjir. Udah sering ini mah," tuturnya di suatu sore yang mendung di teras kantornya.

Sehingga, ia dan jajarannya telah terbiasa dengan banjir ini, termasuk penanganannya. Begitu pun warga yang kini dipimpinnya. Namun bila terus dibiasakan, bukan tidak mungkin hal yang lebih buruk bisa menimpa mereka karena keterbiasaan ini.

(avi/avi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads