Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertamanan Kota Bandung Arief Prasetya saat dihubungi detikbandung melalui telepon selular, Rabu (3/2/2010).
"Siang ini kami akan mengeksekusi pohon yang kemarin di tabrak truk hingga miring. Pohon palm yang tingginya sekitar 10 meter dengan kisaran usia 7-8 tahun itu akan dipotong habis dan nantinya akan diganti dengan pohon lainnya," ujarnya.
Arief mengatakan, pihaknya akan memilih penggantian tanaman tersebut dengan tanaman estetika.
"Kalau memungkinkan, kami akan ganti dengan pohon sejenis. Namun yang pasti, ukurannya tidak sama seperti itu. Tapi kalau tidak ada kami akan mengganti dengan pohon estetika seperti bintaro, tabebuya atau cempaka, karena lokasinya cukup bagus juga," jelas Arief.
Proses pemotongan pohon nanti, kata Arief, pihak Distam akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur arus lalulintas. Karena menurut Arief, pemotongan pohon pasti akan sedikit mengganggu arus lalu lintas.
"Kami akan koordinasi dengan kepolisian untuk pengaturan buka tutup jalan," ujarnya.
Dipilihnya waktu siang hari karena dinilai arus lalulintas di Jalan tersebut lengang dibanding pagi dan sore hari.
"Kalau pagi atau sore biasanya ramai dengan orang pergi atau pulang kerja. Sementara kalau malam, kami tidak berani karena tidak punya penerangan jalan yang cukup," Jelas Arief.
Sebuah truk fuso menabrak pohon palm setinggi 10 meter di Jalan Sutami, Kota Bandung, Selasa (2/3/2010). Truk yang membawa air mineral itu diduga hilang kendali saat melewati jalan yang menikung. Akibatnya, sang sopir tergencet selama satu jam.
(avi/avi)











































