Β
Warga sekitar tebing diminta waspada. Bahkan rumah yang berada tepat atas tebing disarankan untuk dikosongkan. Tentunya dengan alasan untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa bila longsor kembali terjadi.
Β
Tetapi ternyata tidak semua mau pindah. Seperti Nining (28) yang rumahnya kini hanya berjarak sekitar satu meter dari bibir tebing. Jarak tersebut makin pendek tiap hujan turun. Namun ia masih enggan beranjak dari tempat tinggalnya.
Β
"Belum mau pindah dulu sekarang mah," ujar ibu dua anak ini.
Β
Alasan yang ia kemukakan karena tak memiliki biaya untuk pindah rumah. Pindah tempat tinggal berarti harus sedia uang, masalah yang cukup lumrah didengar.
Β
"Belum ada uang lah kang," ujarnya sambil tersenyum lirih.
Rumah yang hingga kini masih ia tinggali adalah rumah pribadi yang sederhana berukuran 5x7 meter. Dengan sedikit berbelok-belok di jalan gang, pada ujungnya kita bisa berhenti tepat di depan rumahnya. Ujung gang ini hanya dibatasi seng setinggi satu meter. Dari sini, bibir tebing yang sempat merusak rumah Yayat bisa dilihat, begitu pun rumahnya.
Bila dilihat memang cukup rawan, apa lagi jarak bibir tebing ke rumah Nining terus menyusut. Nining memang cukup khawatir, namun apa daya, suaminya yang hanya buruh sudah disyukuri bisa pulang dengan membawa uang untuk makan sehari-hari. Tak terbayangkan bagi peremuan berkulit putih ini bila harus mengeluarkan uang lagi untuk pindah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Ibunya memang sudah pindah setelah longsor terjadi. Sebelumnya ia tinggal satu atap bersama Nining, suaminya, dan dua buah hati mereka. Akhirnya sang ibu bisa mendapatkan rumah kontrakan yang hanya cukup ditempati dirinya. Nining keberatan bila ia harus pindah dari rumah miliknya ke rumah kontrakan, apa lagi dengan ukuran yang kecil untuk keluarganya.
Β
"Ini kan rumah pribadi, masa mau ditinggalin terus pindah ke kontrakan, nggak enak lah," keluhnya.
Β
Ia tak bisa menjawab ketika ditanya sampai kapan akan tinggal di rumah yang bersebelahan dengan sumber bencana ini. Ia hanya bisa terus menjalani hidup seperti biasa sambil berdoa tebing itu tidak mengganggu keluarganya.
(lom/lom)











































