Antisipasi Dibogem, Dasep Tak Lepaskan Helm

Sidang Kasus Anggota Moge

Antisipasi Dibogem, Dasep Tak Lepaskan Helm

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 02 Mar 2010 16:45 WIB
Antisipasi Dibogem, Dasep Tak Lepaskan Helm
Bandung - Saat mencoba untuk menyelesaikan perselisihannya dengan anggota klub motor gede (moge), Jodi Jayakusuma alias Roy, di pos polisi yang berada di perempatan Jalan Tamblong-Asia Afrika, Sabtu (12/12/2009) lalu, Brigadir Dasep Rahwan memilih untuk mengenakan helmnya.

"Antisipasi saja khawatir dipukul, helm tidak dilepas, minimal kena helm saja," kata Dasep dalam sidang pemeriksaan saksi di Ruang Sidang V Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (2/3/2010).

Dalam fakta persidangan tersebut terungkap Dasep menyalakan radio panggil yang selanjutnya dipantau oleh Kasat Lantas Polwiltabes Bandung dan Kapolwiltabes Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam pos, lanjut Dasep, ia sempat menerima tepakan tangan sang binaraga penyabet emas itu. Selain itu, akibat cengkeraman tangan Jody, satu butir kancing baju atas Dasep lepas.

"Waktu didorong teman-temannya mencoba untuk memisahkan dengan memegang terdakwa. Rekan saya juga memegangnya, kalau saya tidak ada yang pegang," kata Dasep memaparkan kesaksiannya di depan majelis hakim yang dipimpin Nur Hakim.

Jodi dijerat pasal tentang perbuatan tidak menyenangkan dan menghalangi petugas negara yang tengah menjalankan tugasnya. Setelah sempat menghuni sel Rutan Kebonwaru, Majelis Hakim akhirnya menerima permohonan kuasa hukum terdakwa untuk menjadi tahanan kota. Sidang dilanjutkan, Rabu (10/3/2010).

Pada acara Braga Bike Festival, Sabtu 12 Desember 2009 lalu, Jodi memimpin konvoi 20-an moge menuju Jalan Braga. Namun pada saat perempatan Jalan Tamblong-Asia Afrika, Jodi yang kepada polisi mengatakan membunyikan sirine, menerobos lampu merah.

Brigadir Dasep yang tengah berjaga kemudian memberhentikannya. Tak terima diberhentikan, Jodi mencengkram baju Dasep.

(ahy/bbp)


Berita Terkait