Dua hari setelah Sungai Cisaranten meluap, warga di 4 RW Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, melakukan pembersihan. Sisa-sisa lumpur masih berceceran di dalam rumah dan sekitar jalan.
Ketinggian lumpur antara 5 hingga 15 sentimeter, membuat akses menuju sekitar rumah warga yang berada di dekat Sungai Cisaranten tertutup.
Warga RW 4, Imas (54) menceritakan, saat Sungai Cisaranten meluap rumahnya terendam air setinggi 1,5 meter. "Waktu itu sungai meluap disertai lumpur. Rumah saya terendam air setinggi 1,5 meter. Sekarang para warga sedang membersihkan lumpur," katanya saat ditemui detikbandung, Selasa (2/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang berharga seperti surat-surat penting terbawa hanyut," jelasnya.
Sementara warga RW 11, Wawan (64), merasakan juga dampak SUngai Cisaranten yang meluap. Bagian belakang rumahnya jebol tergerus air sungai.
"Itu bagian belakang rumah saya rusak berat. Saat itu air sungai meluap sehingga rumah tergerus air yang tekanannya kuat sekali," jelasnya.
Pantauan detikbandung, para warga membersihkan barang-barangnya seperti sepatu dan baju. Sementara di RT 1 dan RT, 2 jalanan tergenang lumpur yang tingginya 5 hingga 15 sentimeter.
Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 180 jiwa yang merupakan korban meluapnya Sungai Cisaranten, Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung Minggu (28/2/2010) di evakuasi ke masjid, madrasah dan rumah penduduk yang tidak terkena banjir. (bbp/lom)











































