"Mereka yang pindah ke mana pun sepanjang di Kabupaten Bandung. Kalaupun di luar Kabupaten, saya minta kepada sekolah-sekolah menerima mereka langsung tanpa syarat apapun," kata Obar.
Ia meminta kepada siapapun, khususnya murid, segera melaporkan ke instansi terkait jika ada sekolah yang menghambat proses kepindahan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindak lanjut tersebut dihasilkan setelah pemerintah setempat melakukan dialog dengan Dinas Pendidikan Kabupaten bersama UPT (Unit Pelayanan Teknis) pendidikan setempat beserta guru-guru.
"Guru-guru siap. Mereka akan datang kalau ada tempat yang agak jauh, para guru telah berjanji," ujar Obar.
Ia meminta agar proses belajar mengajar segera diberlakukan kembali pasca diberhentikannya proses evakuasi. "Jangan ada anak yang terlantar," tegas Bupati.
Karena sekolah yang berada di dekat lokasi longsor tidak bisa dipergunakan kembali serta kekhawatiran akan adanya bencana serupa, pihaknya akan membangun sekolah darurat layaknya sekolah di Pangalengan yang menampung korban gempa.
"Tidak boleh lebih dari seminggu anak-anak harus sudah belajar lagi," kata Obar.
(ahy/lom)











































