Korban percobaan pembunuhan yang juga menjabat sebagai Kepala Poliklinik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ambar Suliyanti (37), berencana mundur dari jabatannya. Ia sempat menduga jabatan dirinya selama ini yang menyebabkan nyaris merenggut nyawa.
"Sempat saya mengira kalau orang yang mencoba membunuh saya itu karena jabatan saya. Makanya saya sempat berpikiran untuk mundur," tuturnya ketika dihubungi detikbandung melalui telepon, Senin (1/3/2010).
Lebih lanjut Ambar mengaku sempat berbicara dengan salah satu pejabat di UPI mengenai rencananya ini. "Saya sudah sempat bicara, tapi belum sampai Rektor UPI kok," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, statusnya sebagai dosen FPOK UPI akan tetap dipertahankan. "Saya tetap akan mengajar, tentu nanti kalau sudah siap secara fisik dan mental," tutur Ambar.
Ambar Suliyanti diduga menjadi korban percobaan pembunuhan yang terjadi di parkiran kampus UPI, Kamis (26/2/2010). Sang pelaku yang masih misterius ini, mencoba menghabisi nyawa Ambar dengan cara memelintir kepala. Namun, Ambar berhasil meloloskan diri setelah berakting tewas.
Setelah lolos, Ambar dilarikan ke UGD Rumah Sakit Hasan Sadikin dan ditemukan memar di beberapa bagian tubuhnya. Ambar mengaku tidak mengenal pelaku.
(dip/bbp)











































