Minta Pengemplang Pajak Ditindak, Pendukung SBY Gelar Debus

Minta Pengemplang Pajak Ditindak, Pendukung SBY Gelar Debus

Pradipta Nugrahanto - detikNews
Senin, 01 Mar 2010 11:55 WIB
Bandung - Ratusan massa mengatasnamakan Gerakan Lanjutkan SBY Presiden (GLSP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (1/3/2010). Beberapa pedemo menggelar aksi debus dihadapan puluhan polisi yang berjaga.

Ketua Umum GLSP Alex Asmasubrata mengatakan, demo kali ini intinya menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah yang membiarkan pengemplang pajak masih bebas berkeliaran di Indonesia.

Bahkan, Alex menyebut bekas menteri yang pernah menjabat di pemerintahan SBY-JK, merupakan pelaku pengemplang pajak di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aksi unjuk rasa ini bentuk kekecawaan kami sebagai masyarakat. Sebab, pemerintah tak menindak pengemplang pajak, seperti Aburizal Bakrie," jelasnya saat ditemui di lokasi demo.

Selain itu, Alex menyatakan kalau koalisi Pansus Century, hanyalah aksi maling teriak maling. Sebab, kata dia, orang-orang di dalamnya banyak pengemplang pajak dan mafia proyek. Ia menambahkan, aksi serupa ini akan dilanjutkan di DPR RI, Jakarta. "Besok kami ke sana (DPR RI-red)," jelasnya.

Sejumlah pedemo melakukan happening art di sela-sela aksi. Mereka melakukan aksi debus di hadapan banyak orang. Dua pria bertelanjang dada saling menghantamkan palu ukuran besar ke arah perut. Salah seorang orator berteriak, aksi tersebut sebagai simbol masyarakat yang dipukul perutnya oleh pukulan penguasa, tetapi masih bisa menahan rasa sakit.

Sementara salah seorang lainnya, menancapkan besi tajam melalui pipi kanan menembus pipi kiri. Bahkan, pria itu mencoba memerintahkan polisi yang berjaga mencabutnya. Saat polisi mencabut besi, pria itu memegang ke dua pipinya sambil menahan sakit. Aneh, bukannya darah yang keluar, tapi semburan pasir di masing-masing pipinya.

(bbp/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads