"Kejadiannya cukup ekstrem tapi tidak luar biasa. Di Bandung sering terjadi peristiwa serupa. Angin puting beliung biasanya terjadi di peralihan musim. Umumnya Maret ke April hingga September ke Oktober," tutur Forecaster BMKG Stasiun Bandung, Susiyani, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/3/2010).
Ia menambahkan, peralihan lebih berpotensi karena pola angin berubah-ubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah yang berpotensi terjadi adalah daerah yang beda hamparan tanahnya. "Semisal, separuh masih banyak vegetasi dan sebelahnya beton atau banyak pemukimannya," imbuh Susi.
Beberapa daerah di Kabupaten Bandung Barat, sekitar Padalarang dan Cimahi juga berpotensi. Pernah terjadi peristiwa serupa di tahun 2009.
"Juga Ujungberung. Pengembangan lahannya cukup besar di sana," tutur Susi.
Angin puting beliung menerjang Kota Bandung, terutawa kawasan di Bandung Timur, Minggu (28/2/2010). Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah rusak, satu korban meninggal dunia, satu orang mengalami gegar otak ringan.
Angin puting beliung merusak belasan rumah di Perumahan Bukit Arcamanik Indah II, Desa Sindanglaya, Bandung. Atap masjid di Secapa TNI AD juga rusak.
Selain itu, sebanyak 20 rumah di RW 7 dan RW 9, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, rusak akibat hujan disertai puting beliung, sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (28/2/2010). Tiga rumah dan satu GOR bulutangkis di antaranya mengalami rusak berat.
Sementara 40 rumah di Kampung Cigiringsing, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung, rusak. Rata-rata rumah tersebut rusak di bagian atap yang terbang tertiup angin puting beliung. 40 rumah tersebut berada di RW 1, RW 4, dan RW 5.
(dip/bbp)











































