Dituturkan Kepala Ruangan Psikiatri RSHS Teddy Hidayat, sejak sebulan lalu pihaknya telah melakukan pelatihan penanganan korban bencana. Mereka yg dilatih tidak hanya dokter, tetapi termasuk para perawat.
"Kalau diperlukan kita siap. Tapi permintaan itu masuknya ke direktur. Kalau nanti diperintahkan, kita sudah siap," tuturnya saat dihubungi wartawan, Jumat (26/2/2010).
"Justru yang paling penting di fase akut seperti ini. Selain obat-obatan yang kita siapkan, biasanya kita bawa juga obat-obatan standar untuk insomnia atau tidak bisa
tidur, untuk stress akut seperti itu," terang Tedy.
Ditanya soal sejauh apa penanganan oleh tim psikiater RSHS yang selama ini dilakukan, Teddy menyatakan hanya sampai pada tahap penanganan awal.
"Selama ini penanganan korban bencana belum terkoordinir dgn baik. Biasanya hanya penanganan pertama saja, habis itu kita tinggalkan. Tidak ada maintenance atau penanganan lanjutan. Harusnya ini menjadi program pemerintah setempat. Kita hanya menangani sampai mengatasi traumanya saja," tutur Tedy.
Dijelaskan Teddy, RSHS selalu menurunkan tim saat terjadi bencana seperti tsunami Aceh, tsunami pangandaran dan lainnya.
"Hanya saja ada yang disebut atas nama psikater, perorangan atau organisasi. Tapi tim kita biasanya diturunkan. Tapi kalau pun tidak ada perintah, mungkin bisa juga atas nama organisasi profesi psikiater. Tapi kita lihat nantilah" tandas Teddy.
(lom/ema)











































