Warga Jalan Rana, RT 8 RW 8 Kelurahan Cikawao, Kecamatan Lengkong masih menyusun karung berisi pasir dan berangkal untuk mencegah masuknya air Sungai Cikapundung, setelah kirmir di tempat tersebut roboh pada Rabu (24/2/2010) malam. Kirmir tersebut akhirnya roboh setelah mengalami keretakan sepanjang 20 meter sejak Senin (15/2/2010) lalu.
"Masih kita susun untuk mencegah air banyak masuk kalau sungai meluap" ujar Agus, Sekretaris RW 8 ketika berbincang dengan detikbandung di lokasi, Kamis (25/2/2010).
Agus mengungkapkan, karung yang diisi berangkal tersebut merupakan pemberian Dinas Sosial Kota Bandung. Sedangkan berangkal yang digunakan adalah milik warga sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya susunan karung yang saat ini baru setinggi satu meter ini akan terus ditambah. Namun Agus mengungkapkan, jumlah persediaan karung semakin menipis.
"Pengennya ditambah lagi tingginya, tapi karungnya kurang," imbuhnya.
Untuk mengantisiasi bahaya banjir bandang, rumah yang terletak di samping kirmir yang roboh pun dijadikan posko pengawasan. Rumah tersebut telah ditinggalkan penghuninya yang bernama Yudha (40). Di rumah tersebut, 20 orang yang terdiri dari Tagana, Linmas, dan warga yang berjaga secara bergantian.
"20 orang jaga di posko secara bergantian" ujarnya.
(bbp/tya)











































