Menurut Ketua DPD SPN Jabar Iwan Gusmawan, aksi longmarch ini adalah salah satu bentuk penolakan buruh di Jabar terhadap Asia-China Free Trade Aggrement (ACFTA).
"Tanggal 28 Januari lalu kita sudah melakukan aksi serupa ke DPR RI. Di sana kita dijanjikan bahwa penerapan ACFTA akan dipertimbangkan, jadi kita akan mendorong pemerintah pusat agar pertimbangan tersebut cepat di respon," ujar Iwan saat ditemui di Lapangan Gasibu, Kamis (25/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggal 2 Maret itu, 200 motor dari SPN Jabar juga akan menyusul ke DPR RI. Nantinya akan bergabung dengan SPN seluruh Indonesia yang diperkirakan jumlah massanya mencapai 50.000," terang Iwan.
Iwan menyebutkan alasan memilih melakukan longmarch karena untuk mencegah adanya blokade pemberangkatan jika menggunakan kendaraan bermotor.
"Belajar dari pengalaman 28 Januari 2010 lalu, kita pergi ke Jakarta naik bis, beberapa bis yang berangkat dicekal, dan kita tidak mau seperti itu," kata Iwan.
Pantauan detikbandung massa berkumpul di Lapangan Gasibu dengan membawa bendera SPN. Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk melakukan orasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. Setelah itu akan langsung memulai perjalanan.
Ditemui ditempat yang sama Sekretaris Perwakilan Buruh dan Sekretaris DPC SPN Kabupaten Bandung Barat, Dadang Permana (42) mengatakan, jalan kaki selama 5 hari ini lebih ringan daripada dampak ACFTA bagi buruh.
"Jalan 5 hari tidak akan berat. Akan jauh lebih berat jika ACFTA tetap dilaksanakan," ujarnya.
(avi/lom)










































