"Ini murni bencana alam. Tidak ada human error di dalamnya," ujar Heryawan kepada wartawan di VIP Room Sompil Basuki, Bandara Husein Sastranegara, Rabu (24/2/2010).
Heryawan mengungkapkan, longsornya Bukit Gunung Tilu tersebut diakibatkan bukit tersebut terbentuk dari muntahan vulkanis letusan gunung api di Jabar. Bukit yang terbentuk akibat tumpukan material letusan gunung api bersifat subur, namun tidak padat. Sehingga mudah terjadi rekahan yang mengakibatkan longsor saat diguyur hujan dalam waktu yang lama.
"Sejarah Jabar itu kaya akan letusan gunung api. Termasuk Bukit Gunung Tilu yang longsor diakibatkan muntahan material yang menghasilkan tanah yang subur namun tidak padat," ungkpannya.
Heryawan juga menampik ada pengalihan fungsi di lahan tersebut, sehingga mengakibatkan longsor. "Tidak ada pengalihan fungsi lahan, bukitnya juga tidak gundul," terangnya. (avi/avi)











































