Pengelola lahan Perkebunan Teh Dewata yaitu PT Kabepe Chakra mengaku sudah mengirim bantuan logistik bagi korban longsor. Hal ini dituturkan oleh staff PT Kabepe Chakra, Yana Rudiana, ketika berbincang dengan detikbandung melalui telepon, Rabu (24/2/2010).
"Sejak mendengar ada bencana itu kemarin, tim kami langsung mengupayakan pengadaan eskavator, tenda peleton sebanyak 4 unit dan makanan seperti roti, beras, mi dan banyak lagi logistik lainnya," tutur Yana.
Untuk bantuan berikutnya, rencananya pengelola akan mengirimkan selimut kepada para korban longsor. "Sesuai permintaan di lapangan. Ternyata banyak yang membutuhkan selimut, ya kita fasilitasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum bisa dipastikan. Sekarang kita fokuskan pada evakuasi dulu. Toh ini belum selesai" ucap Yana.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (23/2/2010), terjadi longsor di tebing Gunung Waringin atau tepatnya di kawasan Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.
Dari data yang dihimpun di Kecamatan Pasir Jambu, setidaknya terdapat 27 bangunan yang tertimbun longsor. Bangunan itu antara lain pabrik pengolahan teh, koperasi, kantor administrasi, GOR dan rumah pegawai administrasi.
(dip/bbp)










































