Kaep yang sudah bekerja di perkebunan dewata sejak 1988 sebagai teknisi pabrik teh tinggal bersama Ida (28) dan 2 orang anak Kurniawan (4) dan Adit (2). Sang istri bekerja di rumah administrator perkebunan (Kabepe Chakra) sebagai pengasuh.
Saat longsor terjadi sekitar pukul 08.10 WIB, Ida sudah berangkat ke tempatย kerjanya. "Saya tidak bisa pulang. Saya masih mau mencari istri saya karena saya tahu persis posisinya," cerita Kaep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah terjadi longs, kedua anak Kaep diantarkan terlebih dulu ketempat mertuanya yang tinggal berjarak sekitar 100 m dari rumahnya tetapi tidak ikut terkena longsor.
Karena takut adanya longsor susulan, mertua dan kedua anaknya kemudian mengungsi ke perkebunan Kanaan di Rancabali.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (23/2/2010), terjadi longsor di tebing Gunung Waringin atau tepatnya di kawasan perkebunan teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu Ciwidey, Kabupaten Bandung. (dip/dip)











































