Air Mata Kampung Dewata

Longsor Ciwidey

Air Mata Kampung Dewata

- detikNews
Rabu, 24 Feb 2010 10:42 WIB
Air Mata Kampung Dewata
Bandung - Sriyati (40), tidak pernah mengira jika Selasa (23/2/2010) pagi, akan menjadi pagi suram di Desa Tenjolaya, Kelurahan Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu Ciwidey. Tak pernah terbayang suara gemuruh dari luar rumahnya adalah longsoran tanah tebing Gunung Waringin.

"Pukul 8.10 WIB saya di luar rumah, saya kira suara gemuruh itu suara kebakaran pabrik," kata Yati, saat perjalanan ke pengungsian.

Ia bersama suaminya, Suryana (47) dan dua anaknya, telah mendiami bedeng yang dibuat perusahaan PT Kabepe Chakra sejak 38 tahun lalu. "Ini baru petama kali kejadian," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita paruh baya ini bercerita, saat kejadian terjadi tidak ada hujan ataupun angin besar. Tanah tebing, ujarnya, tiba-tiba saja menggelontor ke pemukiman warga yang rata-rata pekerja di perkebunan teh.

"Mantu saya meninggal sama anaknya karena waktu itu lagi di rumah. Anak saya Ade Kurnia (23) luka-luka," katanya.

Akibat longsor, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi. "Di rumah saudara dulu, di Nagrak Ciwidey. Masih takut ada (longsor-red) susulan," ujarnya lirih.

Tak jauh berbeda dengan Kaep (31), karyawan PT Kabepe Chakra sebagai teknisi di  pabrik teh ini  sempat mendengar suara gemuruh 3 kali dalam waktu yang hampir bersamaan sebelum longsor terjadi.

"Saat itu saya sedang di rumah nonton televisi. Kebetulan, saya tidak  bekerja karena kebagian shift malam. Begitu dengar suara gemuruh, saya  langsung bawa 2 anak saya ke atas," ujar Kaep seraya menunjuk sisi bukit Gunung Waringin yang tidak terkena longsor.

Kedua anak Kaep, Kurniawan (4) dan Adit (2) pun selamat. Namun istri Kaep, Ida (28) yang bekerja sebagai pengasuh  tidak selamat. "Dia sudah berangkat kerja ke rumah petugas administrasi kebun teh. Saya tahu dia disitu. Kalau kerja tak bisa kemana-mana," ujarnya seraya tetap menunggu di lokasi longsor hingga tengah malam meski ratusan pekerja lainnya sudah mengungsi. (dip/dip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads