Hal ini dikarenakan minimnya penerangan di sekitar titik longsor yang menyulitkan relawan dan polisi untuk melakukan pencarian korban.
Listrik di perkebunan teh Dewata bersumber dari turbin air milik PT Kabepe Chakra sebagai pengelola lahan. Namun musibah longsor praktis meluluh lantakan semua infrastruktur penerangan termasuk turbin dan generator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, sebuah trafo berukuran besar bahkan terlempar sekitar 30 meter dari titik longsor. Akibatnya penerangan sama sekali tidak ada. Di malam hari, praktis daerah ini gelap gulita.
Sukarelawan dan aparat keamanan yang terdiri dari polisi dan TNI saat ini jumlahnya sudah mencapai sekitar 200 orang. Karena tidak ada aliran listrik, mereka hanya mengandalkan sorot lampu senter untuk beraktivitas. Namun kebanyakan tidak banyak membantu, sehingga evakuasi di malam hari masih belum bisa dilakukan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (23/2/2010), terjadi longsor di Kampung Datar Kiara, Desa Tenjo Laya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. Sebanyak 50 rumah bedeng dan sejumlah bangunan seperti puskesmas dan masjid turut tertimbun.
Data sementara mencatat sedikitnya 70 warga tertimbun longsoran. 6 diantaranya meninggal dunia dan 15 lainnya luka ringan. Sedangkan sisanya masih dalam pencarian.
(dip/dip)










































