Tentu saja singkatnya waktu pengerjaan ini menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan ke konsumen. Seperti dituturkan Tono (nama samaran-red) yang biasa menerima orderan pembuatan skripsi.
"Tergantung materi yang ingin dibahas si mahasiswa. Kalau gampang 2 minggu pun jadi," ujarnya saat bincang-bincang dengan detikbandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendapat pesanan, Tono berburu data sana-sini. Tak sebatas dari internet, Tono memburu skripsi-skripsi lawas dari mahasiswa di kota lain.
"Sudah jadi rahasia umum kok. Semisal skripsi Jurusan Hukum. Saya cari skripsi jurusan hukum dengan topik yang serupa dari teman saya di Solo misalnya. Tahunnya pun yang sudah jadul," terangnya.
Lain halnya dengan Karto, penyedia jasa pembuatan skripsi ini tidak mematok waktu yang diperlukan untuk membuat skripsinya. "Tergantung yang bayar saja. Semakin tinggi bayarannya maka semakin cepat bikinnya," ujarnya.
"Tapi rata-rata 2 minggu sampai 1 bulanlah. Itu sudah termasuk konsultasi, revisi dan banyak lagi. Pokoknya mahasiswa tinggal duduk manis dan terima jadi saja," tuturnya.
Namun pengalaman unik pernah terjadi pada Karto, ia pernah dimintai tolong mahasiswa yang sudah terkena deadline drop out di kampusnya.
"Ada yang pernah minta tolong bikinkan skripsi karena dia sudah hampir terancam drop out setelah 7 tahun kuliah. Padahal jedanya tinggal 1 minggu lagi. Kebetulan ada skripsi lain yang temanya serupa yang sedang dikerjakan mahasiswa. Nge printnya di warnet yang saya jaga. Ya sudah saya copy dan dipoles sana-sini, 5 hari jadi. Besoknya tes dan si mahasiswa lulus juga" paparnya seraya tertawa.
(dip/lom)











































