"Kita pasang karung pasir di sekitar sungai takutnya tembok jebol," ungkap Ridho (40), ketua RW 8 yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, Senin (22/2/2010).
Ridho mengungkapkan, karung pasir tersebut disediakan secara swadaya oleh warga dengan dikoordinasi oleh dirinya. "Kami sendiri yang membuat karung pasir secara swadaya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, tanah dibawah tembok yang dibangun pada awal 70'an mengalami abrasi sejak sekitar 10 tahun yang lalu. Sehingga bagian bawah tembok dan tanah disekitarnya mengalami penurunan.
Penurunan ini mengakibatkan tembok mengalami keretakan sepanjang 20 meter, dan jalan gang disampingnya amblas hingga sedalam satu meter. "Abrasinya udah dari sepuluh tahun lalu, tapi dibiarkan," ujarnya. (avi/avi)










































