Irfan mengatakan, kunjungan anggota pansus ke Jakarta dimaksudkan untuk melihat aset yang dibeli salahsatu badan usaha Agronesia di Kelapa Gading, Jakarta. Agronesia yang bergerak di bidang agraria diketahui membeli mall yang ada di sana.
Sementara kunjungan ke Riau adalah untuk kepentingan peninjauan kantor cabang yang dibentuk Bank Jabar Banten (BJB) di Riau. "Kunjungan dalam proses memperkaya informasi tentang BUMD," kata Irfan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, di Jalan Dinonegoro, Senin (22/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Jabar termasuk badan usaha yang sehat. Di satu sisi Pansus melihat apakah ekspansi (perluasan) di Riau sudah baik atau layak?" papar Irfan.
Pansus, kata Irfan, melakukan per bandingan dengan bonus yang selama ini diberikan BJB. Diketahui dari hasil kerja Pansus, BJB mengelontorkan Rp 140 miliar per tahun untuk bonus karyawan dan direksi. "Rp 100 miliar untuk bonus karyawan bank, dan Rp 40 miliar untuk jajaran direksinya," tutur Irfan.
"Dengan seperti itu, sejauh mana kontribusi yang diberikan untuk PAD, apakah sudah cocok atau belum," imbuhnya.
Usai melakukan kunjungan studi banding ke dua daerah tersebut, Pansus akan mengundang pihak terkait untuk konsultasi terhadap penanganan yang dihimpun pansus. Instansi terkait tersebut mulai dari Akademisi hingga KPK.
"Kalau tidak memberikan kontribusi untuk PAD bisa ditutup," tegas Irfan.
(ahy/bbp)











































