Aktivis: Perkawinan Tidak Berdasarkan Perilaku

Sebut Wanita Perokok Tak Layak Dinikahi

Aktivis: Perkawinan Tidak Berdasarkan Perilaku

- detikNews
Minggu, 21 Feb 2010 19:01 WIB
Aktivis: Perkawinan Tidak Berdasarkan Perilaku
Bandung - Postingan Mario Teguh dalam akun twitternya yang menyebutkan wanita perokok dan suka dugem tak layak dinikahi dinilai aktivis dari Institut Perempuan (LSM Perempuan-red) sebagai langkah yang terburu-buru dan bertentangan dengan Undang-undang Perkawinan. Karena dalam undang-undang tak disebutkan bahwa perilaku menentukan terjadinya sebuah pernikahan.

"Saya terus terang kaget dengan pernyataan itu. Konklusi itu terlalu terburu-buru dan bertentangan dengan undang-undang," tutur Komisi Pendiri Institut Perempuan Valentina Sagala saat dihubungi detikbandung melalui telepon genggamnya, Minggu (21/2/2010).

Menurut Valentina, dalam UU Perkawinan tidak ada pembahasan aturan perilaku yang menentukan perkawinan. "Disana tidak ada peraturan jika perkawinan harus dilakukan berdasarkan perilaku tertentu," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para wanitapun selama ini rasanya tidak pernah membuat statement pria seperti apa yang layak dinikahi dan yang tidak layak," imbuhnya.

Hal ini dituturkan Valentina, karena suatu kelayakan bersifat relatif. "Kelayakan itu sifatnya relatif. Bisa saja seorang koruptor tidak layak dinikahi menurut saya tapi tidak menurut orang lain," ujarnya.

Lebih lanjut Valentina menuturkan, motivator sebagai pemberi motivasi pada publik tidak serta merta memiliki perspektif yang baik terhadap gender dan HAM.

"Harus hati-hati juga, tidak serta merta motivator termasuk di dalamnya Mario memiliki perspektif gender dan HAM. Jadi sangat mungkin muncul statement seperti ini," tandas Valentina.

(dip/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini