Kepala Satpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan razia pelajar yang ketahuan berada di warnet saat jam pelajaran, sekolah dilakukan dengan aksi simpatik. Jadi, tak ada pengangkutan ke mobil layaknya merazia pekeja seks komersil (PSK).
"Kami lakukan razia dengan cara simpatik. Tidak seperti biasa merazia PSK yang langsung dibawa ke kantor Satpol PP," jelas Ferdi saat berbincang dengan detikbandung melalui ponselnya, Kamis (18/2/2010).
Menurut Ferdi, razia kepada pelajar mulai tingkat SD hingga SMA ini hanya dilakukan pendataan saja. Nantinya, kata Ferdi, pihak Satpol PP akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razia terhadap pelajar di Bandung yang ketahuan bolos ke warnet ini, berdasarkan keluhan orangtua yang resah anaknya ngelayap saat pelajaran sekolah. Selain itu, Satpol PP bertujuan mengawasi pelajar yang menyalahgunakan teknologi dengan mengakses situs porno.
"Kalau tujuannya mencari ilmu, di sekolah kan sudah banyak yang dilengkapi internet. Atau ada perpustakaan sekolah. Lebih baik manfaatkan yang itu. Jadi nggak bolos ke warnet," ujar Ferdi.
(bbp/tya)










































