Adalah Patrichia (16) seorang aktivis yang banyak berteman dengan mahasiswa Unpad dan pada awal Februari lalu mengetahui informasi mengenai adanya bayi berpenyakit mirip Bilqis Anindya Passa (17 bulan) di media massa.
Dari sana ia dan teman-teman mahasiswa lainnya mengunjungi kediaman orang tua Shafiya di alan Jurang, Gang Akinari 680, RT 09/RW 05, Kota Bandung untuk melihat keadaan yang sebenarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisinya yang memprihatinkan, Chia dan teman-temannya memutuskan untuk membawa Shafiya ke RSHS pada Jumat (12/2/2010) malam.
"Pas malam itu kami menawarkan pada orang tua Shafiya untuk dibawa ke RSHS. Soal biaya kami bilang tidak perlu dipikirkan dulu," terangnya.
Setelah 6 hari dirawat, Chia dan teman-temannya sepakat untuk mengadakan acara penggalangan dana untuk Shafiya. "Bentuknya seperti apa masih kita rumuskan. Yang jelas kami ingin secepatnya memberikan bantuan menolong bayi malang ini," terangnya.
Ketika ditanya berapa nominal biaya yang diperlukan untuk penanganan Shafiya, Chia mengaku belum tahu. "Kalau berapa biayanya saya belum tahu. Tapi dari perbincangan singkat dengan salah satu dokter kemarin dikatakan besarannya sama dengan perawatan Bilqis," tuturnya.
(dip/bbp)











































