Kepala Badan Penanggulangan Bencana Jabar Sigit Ujwalprana mengatakan seluruh kabupaten di Jabar rawan bencana. Bahkan, sebanyak 17 kabupaten itu terancam longsor dan banjir.
"Tidak ada satu kabupaten pun di Jabar yang lolos dari longsor dan banjir. Yang dulu tidak terkena, sekarang kena," tutur Sigit usai menghadiri Seminar Profesi Pekerjaan Sosial 'Facing The Unexpected' di Graha Sanusi Unpad, Rabu (17/2/2010).
Selain itu, Sigit menyatakan saat ini sejumlah wilayah di Jabar berubah menjadi daerah rawan bencana. Ketika ditanya daerah daerah mana saja yang dimaksud, Sigit mencontohkan Kota Cimahi dan Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung langkah-langkah apa yang perlu disiapkan mengantisipasi bencana banjir dan longsor yang kerap terjadi di musim hujan, pihaknya akan terus mengupayakan penyelamatan terhadap korban bencana.
"Kita siapkan hal-hal penyelamatan seperti kalau banjir segera siapkan perahu karet, dapur umum, tenda dan personel. Kalau longsor, segera siapkan backhoe," tutur Sigit.
Menurut Sigit, pihaknya telah melayangkan imbauan pada masyarakat untuk pindah dari daerah rawan bencana. Bahkan, ia berencana segera melakukan relokasi dua kawasan yang berada di Kabupaten Bandung.
"Kita sudah melayangkan imbauan untuk masyarakat yang di daerah yang rawan longsor untuk pindah. Dan rencananya akan segera memprogamkan relokasi di Baleendah dan Dayeuhkolot," terang Sigit.
Saat ditanya ke mana warga dua daerah tersebut dipindahkan, Sigit belum mau menyebutkannya.
"Akan dipindah ke daerah lain yang cukup dekat. Karena menyangkut profesi mereka juga. Tidak mungkin kita pindah ke Cianjur," tutup Sigit.
(dip/bbp)











































