Hal itu dikatakan Kepala Humas PT KA Daop II Bandung, Bambang S. Prayitno, saat dihubungi detikbandung, Rabu (17/2/2010).
"Jalur tersebut memang masuk jalur pengawasan khusus kami, karena kondisi tersebut sudah ada sejak lama," ujar Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Bambang, kondisi geografis di wilayah Daop II Bandung berpotensi membuat jalur kereta api labil. "Faktor geografis yang bergunung-gunung, ditambah kondisi lingkungan yang berubah mempengaruhi kondisi rel," papar Bambang.
Bambang menyebut, ada sekitar 9 titik rawan longsor dan tanah labil di Daop II. Di antaranya Ciganea, Bumi Waluya, dan Cipendeuy. "Jangankan beberapa meter yang labil, hanya semeter saja rel ditemukan labil, kami tak berani melewatkan kereta," tutupnya.
(tya/bbp)











































