Hal ini dituturkannya usai menyampaikan sambutan dalam Seminar Profesi Pekerjaan Sosial 'Facing The Unexpected' di Graha Sanusi Unpad, Rabu (17/2/2010).
"Itu (banjir-red) bukan lagi bencana. Harus dilihat kondisi lingkungannya. Dulu orang tidak ada yang teriak banjir. Lah sekarang kenapa jadi heboh banjir. Tentu ada yang harus ditelusuri," ujar Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena banjir ini sudah terjadi setiap tahun," jelasnya.
Melihat kondisi demikian, tutur Asep, pihaknya merencanakan relokasi untuk daerah-daerah rawan banjir. Ia menilai, relokasi merupakan solusinya.
"Saat ini sedang ada penggodokan pengolahan pemukiman kumuh di daerah-daerah yang rawan bencana," imbuh Asep.
Ketika disinggung masalah pelaksanaan nanti, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) daerah. "Nanti akan kita gandeng juga BNPB," jawabnya singkat.
(dip/bbp)











































