Namun karena masih sempit dan licin, sistem buka-tutup jalur dilakukan. Longsoran tanah menutupi jalan sejak pukul 15.30 WIB, Senin (15/2/2010)kemarin, sesaat setelah hujan di kawasan tersebut reda.
"Untuk mengatur kendaraan yang lewat, kami gunakan sistem buka-tutup yang diatur oleh Koramil," ujar Ujang Ruhiyat (58), Ketua RW 5 kepada detikbandung saat ditemui dilokasi longsor, Selasa (16/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dibantu Dinas Bina Marga dan Penauran juga Koramil dari kemarin. Sampai sekarang belum istirahat," ungkapnya.
Longsoran tanah berasal dari tebing setinggi lima meter yang berada percis di tepi jalan. Tanah yang longsor juga nyaris merobohnya pondasi pagar rumah warga bernama Luthfi yang berada tepat di atas tebing. Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di Jakarta.
"Pak Luthfi lagi di Jakarta, tapi sudah kami hubungi," ujarnya.
Ujang mengungkapkan, setelah dihubungi kemudian Luthfi menyewakan sebuah eskafator untuk membantu pembersihan jalan. Eskafator tersebut mulai membantu pembersihan sejak pukul 1 pagi.
"Eskafatornya nyewa, biayanya nanti ditanggung Pak Luthfi," tambahnya.
(tya/tya)











































