Setelah hampir 20 jam, akhirnya Sugiri (65) ditemukan di bawah reruntuhan rumah, dalam kondisi tak bernyawa, Selasa (16/2/2010), sekitar pukul 12.30 WIB. Saat ditemukan posisi Sugiri telungkup dan tertimpa beton.
"Tadi sempat dikeruk reruntuhan pakai backhoe, tapi tak juga kelihatan. Lalu dikeruk lagi lebih dalam, mayat itu akhirnya kelihatan. Posisinya sedang telungkup dan tertimpa beton," ujar Komadan Pleton Damkar Kota Bandung di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, kondisi tubuh Sugiri masih terlihat utuh. Namun bagian kepalanya terlihat bekas cedera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sontak saja, penemuan jenazah Sugiri membuat perhatian warga sekitar yang sedari pagi tadi menyaksikan proses evakuasi. Bahkan, saking penasarannya warga, sejumlah wartawan yang hendak mengambil gambar sempat terhalang.
Pantauan detikbandung, jenazah Sugiri diangkat dari reruntuhan oleh sekitar 10 orang. Dengan menggunakan tali, mayat ditarik dan langsung dimasukan ke kantong jenazah. Setelah itu, pria tersebut dibawa ke ambulans.
Rumah milik Sugiri ambrol sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (15/2/2010). Akibat tergerus arus Sungai Cikapundung yang deras, bagian belakang rumah lebih dahulu ambrol dan hanyut. Rumah bertingkat itu kemudian rubuh, sehingga lantai duanya rata dengan tanah. (bbp/lom)











































