Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pertamanan Kota Bandung Arief Prasetya kepada detikbandung saat dihubungi melalui telepon, Senin (15/2/2010). Ia menyebut berdasarkan laporan, ada 37 titik lokasi patah dahan yang dinilai mengganggu arus lalu lintas.
"Dinilai mengganggu karena patahan dahannya besar, membuat arus lalu lintas tersendat, atau juga mengakibatkan kabel listrik atau telepon terputus," jelas Arif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dikatakan Arief, jumlah ruas jalan yang mengalami patah dahan hingga menyebabkan gangguan ini adalah yang paling tinggi dalam 3 tahun terakhir. "Ini sepertinya yang paling tinggi. Terakhir yang paling banyak itu terjadi pada 2007 dengan 18 titik patah dahan mengganggu," jelasnya.
(tya/lom)










































