Polisi Belum Pastikan Pemanggilan Pemilik

Tembok Pabrik Ambruk

Polisi Belum Pastikan Pemanggilan Pemilik

- detikNews
Senin, 15 Feb 2010 18:58 WIB
Polisi Belum Pastikan Pemanggilan Pemilik
Bandung - Polresta Bandung Tengah belum memastikan apakah akan memanggil pihak pengelola pabrik percetakan PT Krisna Batara, akibat ambrolnya tembok pembatas yang berada di belakang percetakan yang menimpa puluhan motor dan rusaknya rumah warga.

"Belum tahu apakah nanti memanggil pengelola percetakan atau tidak. Olah TKP dulu," kata Kapolres Bandung Tengah AKBP I Wayan Suparta saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (15/2/2010).

Dari data sementara, tercatat sebanyak 25 motor rusak berat akibat tertimpa runtuhan tembok percetakan. Sementara tujuh rumah di Cikudapateuh Dalam RT 2 RW 1, Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal, yang berada di tembok pembatas ikut terkena ambrolan tembok pembatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih diinventarisir dulu apa saja yang rusak akibat runtuhnya tembok. Masih mendata," jelasnya.

Runtuhnya tembok, jelas Wayan, diduga karena debit air di dalam area percetakan yang tidak kuat menahan. "Waktu kejadian hujan deras sekali dan sempat menggenangi jalan di sekitar sini (Jalan Ahmad Yani-red). Sepertinya limpahan dari daerah atas," tuturnya.

Pagar tembok setinggi enam meter milik PT Krisna Batara yang berada tepat di belakang pertokoan elektronik Jaya Plaza, di Jalan Ahmad Yani, Bandung, ambrol. Sekitar tujuh rumah warga serta 30 motor yang terparkir di balik tembok tertimpa.

(ahy/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini