Saat kejadian, Ipit sedang berada di dalam tendanya bersama seorang pegawai dan tiga orang pembeli. Mereka memilih untuk diam di tenpa untuk menghindari hujan besar yang mengguyur kawasan Bandung.
"Tadi ada berlima di dalam tenda," ujar Ipit kepada detikbandung, Senin (15/2/2010).
Ipit mengatakan, saat hujan deras diikuti kencang tiba-tiba tanah bergoyang. Ia mengira saat itu terjadi gempa, sehingga tidak buru-buru melarikan diri. Setelah terdengar bunyi seperti pohon akan roboh, kelima orang tersebut langsung berlarian.
"Pada lari menyebar," tuturnya.
Karena kejadian ini, beberapa piring yang ada di tendanya pecah karena meja tempat menyimpang piringnya ikut terangkat saat akar pohon tercongkel dari tanah.
"Alhamdulillah cuma piring aja yang pecah," ucapnya seraya bersyukur.
Sementara itu, seorang pedagang buah bernama Tarawadi (50) mengaku sedang berteduh di sebuah kantor notaris di dekat pohon yang tumbang saat hujan deras berlangsung. Sedangkan gerobak buahnya ia simpan di bawah pohon. Tiba-tiba pohon ambruk dan menimpa gerobaknya yang berisi buah dukuh hingga penyok di bagian belakang.
"Untung barang dagangnya tinggal sedikit," tutupnya.
(lom/lom)











































