Baliho sebagai media promosi pariwisata dipasang di Jalan Pakraman, Tuban Bali, di sekitar Bandara Ngurah Rai. Sedangkan di Lampung, di Jalan Raya Bakauheuni, Lampung Selatan.
“Pemasangan Baliho di Bali, untuk mengaet wisatawan lokal dan luar negeri. Di sana, wisatawan dari berbagai mancanegara singgah. Makanya, kita coba memasang Baliho di Bali. Untuk di Lampung, sebagai pintu gerbang ke wilayah barat Sumatera," kata Kepala Disparbud Jabar Herdiwan dalam rilis yang diterima detikbandung, Sabtu (13/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baliho yang terpasang berukuran 6x4 meter ini dirancang dengan apik, mulai dari pemasangan tiang hingga Balihonya. Baliho terpasang dikedua wilayah tersebut sejak bulan Desember 2009 lalu.
“Kita kontrak selama 1 tahun dan akan berakhir hingga akhir Desember 2010,” jelas Herdiwan.
Herdiwan mengatakan, potensi wisata di Jawa Barat masih belum dikenal luas oleh masyarakat di luar Jawa Barat. Padahal, tempat-tempat wisata di Jawa Barat itu sangat kaya.
“Tidak ada salahnya jika mencoba memasang Baliho ini sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Potensi objek dan daya tarik wisata Jawa Barat harus dikenal luas supaya mereka tertarik untuk singgah ke Jabar,” harapnya. (ahy/ahy)










































