Ardikana Berharap Pemerintah Lebih Perhatian

Lukisan Ratusan Juta Rupiah Dibakar

Ardikana Berharap Pemerintah Lebih Perhatian

- detikNews
Jumat, 12 Feb 2010 18:33 WIB
Ardikana Berharap Pemerintah Lebih Perhatian
Bandung - Sebelum menjadi seniman yang menempati studio di Pasar Seni Tamansari, Ardikana sempat ikut serta dalam perjalanan kantung seni terkemuka di Kota Bandung, Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi (SOS Baksil). Bahkan ia sempat menjadi ketua sanggar ini pada periode 2005-2008.

"Saya ikut sejak Baksil ada, sudah sekitar 26 tahun," ungkapnya.

Namun dalam perjalanannya, ia merasa tempat para seniman Bandung berkumpul ini kurang mendapat perhatian dari pihak-pihak pembuat kebijakan. Dan pembukaan Pasar Seni Tamansari sekitar dua tahun lalu memberikan harapan baginya untuk membuat seni lukis mendapat tempat yang lebih leluasa dan layak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu saya merasa mendapat angin segar," kenang Ardikana.

Namun ternyata kenyataan berkata lain. Kondisi Pasar Seni Tamansari seolah berjalan tanpa arah sehingga tidak berkembang. Ia menilai kondisi tempat seniman berkumpul ini semestinya bisa lebih baik lagi. Sehingga ia anggap harusnya pemerintah daerah membantu pengembangan tempat ini.

"Bukan hanya dukungan materi, namun juga dukungan moril yang kami butuhkan," ujarnya.

Ia mengatakan, peranan pemda sebenarnya bisa cukup besar dengan membantu tumbuh kembang Pasar Seni Tamansari dan kantung-kantung seni lain di Kota Bandung. Namun perhatian tersebut tidak ia rasakan padahal Kota Bandung sudah terkenal sebagai gudangnya seniman di Indonesia. "Harusnya ada kerja keras pemerintah di sini," imbuhnya.

Ardikana menambahkan, banyaknya perguruan tinggi yang melahirkan sarjana-sarjana seni di Kota Bandung, tidak diimbangi dengan tempat-tempat bagi mereka untuk berkreasi dengan leluasa. Maka tak heran aroma seni di kota ini tertinggal dari Jogja atau Bali.

"Kalau anda ke Jogja atau Bali, setiap menengokkan kepala akan terasa suasana khasnya," imbuh Ardikana.

Ia mengatakan pemerintah juga bisa membantu mendorong munculnya balai lelang seni yang dapat menjual karya-karya seniman Kota Bandung. Langkah ini sangat potensial karena pasar pembeli lukisan sangat besar. Dalam sekali lelang saja, uang yang dapat dihasilkan berkisar antara 1 sampai 10 miliar rupiah.

"Beberapa balai lelang saja bisa melakukan kegiatan sebulan sekali, bayangkan uang yang bisa berputar," ungkapnya.

(lom/lom)


Berita Terkait