Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi Mayjen Pramono Edhie Wibowo menduga sulitnya factory outlet (FO) ditertibkan karena pihak pengelola merasa sudah nyaman dengan posisi usaha di tengah kota Bandung.
"Mereka kadang-kadang tidak mau memberikannya. Saya tidak mau menuduh, mungkin sudah enak di tengah kota. Mungkin, ya," kata Edhie.
Terdapat tujuh aset Kodam yang saat ini dijadikan ladang usaha fesyen itu, antara lain Terminal Tas, Oasis, dan Branded.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung apakah Kodam mendapatkan gelontoran duit dari bagi hasil usaha yang menggunakan aset Kodam, Edhie tidak menampiknya.
"Jujur menerima, tapi tidak banyak," katanya.
Duit tersebut diakuinya untuk pembiayaan gedung atau aset Kodam yang ada di Jabar sampai dengan pemberian bonus dan tambahan biaya perawatan prajurit yang mengalami musibah. (ahy/bbp)










































