Hal ini dituturkan oleh Rektor UNPAR Cecilia Lauw ketika ditemui wartawan Rabu (11/2/2010). "Kasus Banyu yang menyeruak ini menjadi dorongan bagi kami untuk membuat software anti plagiarisme," tuturnya.
Menurut Cecilia, software anti plagiarisme ini akan berbeda dengan software-software serupa yang sudah lebih dulu ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkannya, software ini nantinya bisa mendeteksi berapa persen seseorang melakukan plagiarisme dalam suatu karya.
"Nantinya akan terukur berapa persen plagiarismenya. Bahkan nantinya seluruh dosen Unpar akan diminta untuk membuat website pribadi yang tersambung ke website Unpar," papar Cecil.
Ketika ditanya kapan software tersebut akan diluncurkan, Cecil belum bisa memastikan. "Belum bisa dipastikan, tidak lama lagi pastinya," tandasnya. (dip/tya)











































