"Dari saksi yang diperiksa, ada yang menyebutkan, ada dua orang menonton sepakbola di bawah pohon asem. Saksi curiga kenapa menonton bola tidak melepas helm full face-nya," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Dede Achmad melalui Dir Reskrim Polda Jabar Kombes Pol Abdul Hakim Munysarief, saat ditemui di seminar 'Mengkritisi Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana', di Ballroom Hotel Hyatt, Jalan Aceh, Rabu (10/2/2010).
Meski belum yakin betul kedua orang mencurigakan tersebut adalah pelaku penembak anggota Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polwiltabes Bandung, Senin (8/2/2010), Abdul memperkirakan kedua orang itu yang menembak Endang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dari hasil rekonstruksi yang digelar didapatkan Endang didor sebanyak tiga kali tembakan. Pelaku diduga menembakan pistolnya dengan tangan kiri dari arah samping korban yang tengah berada di atas motor.
Korban terkena tiga tembakan, satu peluru bersarang di dada kanan, satu peluru menembus punggung dan mengenai tulang belikat, dan satu lagi mengenai pinggang.
"Sudah didapatkan satu proyektil sebagai tambahan untuk uji balistik," jelas Abdul.
(ahy/bbp)










































